Minggu, 11 Februari 2018

APEX PREDATOR

Aneh, jika orang yang baru pertama kali melihatku pasti akan berfikir seperti itu, memang jika dilihat dari penampilanku dengan gaya rambut acak-acakan serta raut muka seakan mengatakan persetan dengan semua ini, memang pantas aku dipanggil aneh tapi ada yang lebih aneh daripada sikapku, entah ini disebut kutukan, kekuatan atau barokah yang terpenting kekuatan ini sangat membuatku bosan. Dunia yang dulunya amat menghindariku bisa kuubah dengan cepat menjadi dunia yang mencintaiku, dengan kekuatan memanipulasi pikiran aku dapat melakukan apapun yang kumau tapi tetap saja semua ini membuatku bosan. Mungkin kalian pernah mendengar atau membaca tentang "APEX PREDATOR" atau predator yang berada di puncak rantai makanan memang menyenangkan tapi kalian tidak tau betapa bosannya berada di puncak. Aku sering berharap ada orang lain yang memiliki kekuatan sepertiku tapi aku sudah mencari dimanapun internet, social media DLL, tidak ada kata satupun yang menyinggung kekuatan super.
Hari berjalan seperti biasa nenek menyiapkan sarapan seperti hari-hari sebelumnya, meskipun sudah bungkuk beliau tetap merawatku dengan kasih sayang. Memulai hari memang hal paling membosankan dari bangun tidur sampai sekolah, dulu ketika sampai di sekolah aku segera duduk dan diam sampai pelajaran dimulai namun sekarang berbeda aku memiliki banyak teman tapi setiap aku ingat telah mengubah pikiran semua orang tentang diriku hal itu membuatku jengkel "hei Robin!!!" Hani berlari sambil berteriak seperti induk itik yang kehilangan anaknya "kau sudah mendengar rumor di kota sebelah?" Hani adalah orang yang pertamakali aku ubah pikirannya karena aku sangat menyukainya namun aku tak berani berbuat lebih jauh "memang ada rumor apa kok heboh banget?" Hani seperti kegirangan ketika aku berbicara dengannya, memang aku dapat memanipulasi pikiran tapi aku tidak dapat memanipulasi perasaan seseorang "banyak yang bilang di kota sebelah ada gadis yang mampu membuat kata-kata yang dikeluarkan menjadi kenyataan!" Aku kaget mendengar apa yang  Hani katakan "jika dia dapat membuat apa yang dikatakannya menjadi kenyataan dia dapat menemukanku dengan mudah atau mungkin saja membunuhku, yang pasti keadaan ini sangat merugikanku" aku melamun menghiraukan Hani yang duduk menunggu reaksiku aku terus memutar otak sampai Agus menghampiri kami  "Robin minggu ini gak ada kerjaan kan?" aku mengangguk "kalau begitu bagaimana kalau ikut dengan kami MEMANCING" yap memancing!! aku menggeleng dan Agus pergi meninggalkan kami.
Hari berganti malam dan aku hanya menunggu rencanaku dengan menyuruh Hani menyebarkan rumor bahwa Agus memiliki kekuatan telekinesis bukan hanya Hani tapi semua orang yang berpapasan denganku masuk dalam rencanaku untuk melihat reaksi dari gadis yang mampu membuat semua menjadi nyata hanya dengan ucapannya, jika Agus meninggal dalam satu minggu berarti gadis ini tidak ingin ada pesaing lain dan jika Agus bertahan lebih dari dua minggu berarti gadis itu tahu Agus hanyalah umpan, jika kau bilang ini kejam aku hanya bisa bilang ini merupakan sifat alami manusia yang takakan pernah puas.
Sekolah hari ini tidak seperti sebelumnya banyak murid yang berlari kearah kelasku ketika aku bertanya pada salah satu murid mereka hanya menutup mulut seakan ingin muntah, aku semakin penasaran dan masuk ke dalam kelas terdapat darah yang menggenangi sosok tubuh yang lemas tak berdaya, Agus mati dengan sangat mengenaskan entah bagaimana caranya sikunya keluar dari mulut apa-apaan ini kenapa reaksinya secepat ini, apa dia tahu aku dapat memanipulasi pikiran?, bagai mana ini bisa terjadi secepat ini?. Aku berjalan mengitari mayat Agus dan menemukan nomer telepon yang ditulis dengan darah, aku memanggil ketua kelasku dan bilang jika terdapat nomer telepon lalu menyuruhnya segera menelpon nomor tersebut, aku sengaja menyuruh ketua kelas untuk menelpon nomor tersebut untuk berjaga-jaga namun tiba-tiba ketua kelas terjatuh sambil berteriak "joker 192.168.1.1" dan akhirnya meninggal.
Hari itu sekolah mendadak diliburkan selama tiga hari dan aku mengantar Hani pulang, aku tahu yang di teriakan ketua kelas adalah nama samaran gadis itu Joker serta IP adress suatu alamat tapi kenapa? apa gadis itu berniat membunuhku? atau mungkin ingin berbicara langsung denganku jika dia ingin bertarung denganku mungkin akan memakan banyak korban jika aku ingin membunuhnya mungkin dia sudah berbicara "siapapun yang membunuhnya akan ikut mati" dari sini yang harus aku waspadai jika aku merubah pikiran seseorang untuk membunuhnya maka secara tidak langsung aku juga yang membunuhnya, lalu bagaimana jika dia berbicara "aku abadi" hal ini semakin membuat otakku buntu "aku pulang dulu, tentang kejadian yang barusan terjadi lebih baik tak perlu di pikirkan" ucapan Hani menyadarkanku kalau sekarang kami sudah berada di depan rumahnya, aku hanya mengangguk setelah ini apa yang akan ku lakukan mungkin aku harus menggunakan rencana ini, rencana yang mungkin akan melibatkan negara, karena sebuah desa tidak akan menang melawan satu kerajaan.
Pagi hari sangat cerah sampai suara teriakan orang-orang yang berlarian, entah kenapa pagi ini begitu ramai aku keluar dari rumah melihat kejadian yang sangat aneh, apa ini mimpi? jika ini mimpi apakah ini mimpi buruk paling mengerikan? kenapa? bagaimana mungkin semua ini bisa terjadi? bagaimana caranya semua rumah yang berada di samping jalan bisa meledak ini tidak logis sama sekali perlahan namun pasti ledakan itu mendekati rumahku, aku terlempar karena ledakan rumahku dan segera terlintas di pikiranku tentang nenekku yang tertidur di atas ranjang didalam rumah yang sekarang hancur “nenek....ne..nenek!!!!” aku menjerit sekuat tenaga tanpa peduli terhadap rumah-rumah yang sekarang menjadi debu, terdiam tidak tahu harus melakukan apa?, aku berteriak namun tak ada yang perduli. Inikah perang yang kau nyatakan joker? akan kubalaskan dendam nenekku tidak peduli kau bersekutu dengan seluruh alam semesta aku akan mengalahkanmu dalam permainan ini.
Dalam sebuah game jika kau menang sebelum musuh menyerang mungkin membosankan tapi berbeda dengan keadaanku saat ini, aku terdesak tak tahu harus bagaimana melanjutkan permainan ini Joker sudah seperti dewa semua ucapannya akan menjadi kenyataan, apa ini waktuku menyerah mungkin semua ini sia-sia tapi meski sia-sia aku akan membalaskan dendam nenekku, bencana ini, mereka yang tewas, nenekku semua orang yang bersedih kehilangan rumah, keluarga, teman akan kubalaskan dendam mereka memanipulasi pikiran orang sebanyak ini mungkin akan membuat kepalaku sakit meskipun resikonya besar aku takpeduli yang memenangkan permainan ini adalah aku jadi aku mulai memanipulasi pikiran beberapa orang untuk menyebarkan gosip tentang joker yang menyebabkan semua ini dan belum satu hari isu itu sudah beredar luas bahkan sekarang joker menjadi incaran negara tidak, mungkin bukan hanya satu negara saja yang mengincar joker melainkan satu dunia.
Setelah kejadian itu para korban yang kehilangan rumah dipindahkan ke tempat pengungsian aku tidak melihat Hani beberapa hari ini kemana dia pergi?, atau mungkin dia sudah tewas tertimbun reruntuhan? aku sudah tidak peduli lagi yang kupedulikan sekarang hanya memenangkan permainan ini dan segera mengahirinya. Mula-mula aku mengubah pikiran ketua gank motor paling kejam di kotaku namanya Riko tidak sulit untuk sekedar mendekatinya karena setengah anggotanya tewas dalam kejadian itu, mengubah pikirannya untuk menyulik anak gubernur dan menuntut agar joker segera di tangkap memang ide bagus dan rencana itu sudah berjalan tadi pagi, sedangkan aku hanya duduk di depan televisi menunggu berita yang akan menyiarkan penculikan itu, seperti inilah aku menggerakkan orang semauku, mengorbankan orang semauku laksana bidak dalam papan catur, berita yang kutunggu-tunggu akhirnya muncul dan berita ini pun seperti tragedi besar di kotaku dengan judul “Gank motor menuntut pemerintah menangkap joker yang telah menewaskan puluhan anggotanya” ingin aku tertawa melihat berita itu tidak mungkin bahwa pemerintah langsung percaya dengan kekuatan joker, sekarang giliranku mengubah pikiran seseorang agar bisa mengendalikan pikiran orang lain selain diriku dan membuat onar untuk membuat joker keluar dari tempat persembunyian.
Setelah menjalankan rencanaku aku kembali duduk di depan televisi menunggu apa yang terjadi berikutnya, mengejutkan sekali bukan hanya orang-orangku yang menolak keberadaan joker tapi masyarakat yang pikirannya tidak ku ubah ikut berdemo di depan gedung pemerintah dan semua personil militer turun tangan untuk segera menangkap joker dewi fortuna seakan sedang memegang bahuku kemenangan semakin dekat sedangkan orang lain yang kuberi kekuatan sedang membuat onar di depan kota, aku memang orang lemah tapi orang lemah selalu menang jika menggunakan otaknya. Tak selang beberapa lama sosok yang ditunggu ratusan orang tiba-tiba muncul dengan sangat keren ya Joker muncul dengan kedatangan yang menghebohkan dia berteriak di depan kerimunan tentara “aku Joker bunuh aku jika kalian bisa!” dengan sigap pasukan militer yang berada didepannya menembak gadis itu bunyi tembakan peluru terdengar keras dan tak berhenti sampai semua sunyi dan sebuah suara memecah kesunyian tersebut “hanya ini yang kalian punya? Ini bahkan tidak menggoresku!” sebelum para personil tentara akan menembakinya lagi Joker berteriak “yang menembakiku tadi MATI!!!” entah seperti tikus yang keracunan ratusan personil militer tadi ambruk tak bernyawa “jika seperti ini kekuatanmu, aku akan menang dengan mudah!” gumamku dalam hati dan sebentar lagi waktunya aku turun panggung. Aku tahu kau pasti sudah terlalu banyak menggunakan kekuatanmu tapi kau belum merasakannya hal seperti itu dulu juga sering kualami yang berdampak melumpuhkan seluruh badan hingga takmampu bergerak, entah sudah berapa banyak kekuatan yang kau keluarkan mulai dari tragedi di kampung halamanku yang hancur lebur, menahan ratusan peluru, membunuh ratusan militer dan jika menurutmu aku juga mengeluarkan seluruh kekuatan yang aku punya kau salah besar aku hanya menggunakan tiga orang dan mereka menggunakan orang lain sampai sebanyak ini dengan kata lain aku bahkan belum mengeluarkan kekuatanku, sebuah suara yang sangat keras memecah keheningan disertai debu yang menutupi pandangan dan itu membuatku kehilangan pengelihatan yang memaksaku keluar dari rungan menuju atap gedung ini, semua orang akan terkejut jika melihat sebua gedung pencakar langit jatuh dan hanya ada seseorang yang berdiri diantara ratusan mayat yang tergeletak orang itu tidak lain adalah joker, aku masih belum bisa turun panggung karena para pionku masih tersisa lebih banyak,  aku mengamatinya dengan teliti dan menemukan suatu kejanggalan kenapa seseorang yang ucapannya selalu jadi kenyataan tidak mau tergores? Aneh bukan. Mungkin kekuatannya tidak berpengaruh jika digunakan secara tidak langsung pada tubuh pemiliknya, apakah sudah waktunya turun tangan? Kubulatkan tekad menuruni lantai demi lantai bersiap menghadapi monster yang menyamai kekuatan dewa.
Aku berjalan mendekati joker, semua rencana yang sudah kususun hilang dihadapannya “kau unknown?” badanku gemetar ketakutan dihadapannya, joker mengangkat tangannya sambil menunjuk ke arahku tapi sebuah granat meledak di sampingnya tubuhnya terlempar dan menyadarkan ku akan suatu hal bahwa dia tidak bisa menggunakan kekuatannya jika dia belum berbicara tentang apa yang akan menimpanya dan setelah granat meledak sebuah tubuh ambruk memka fakta bahwa ucapan sebelumnya tidak bisa di batalkan jika dia belum membatalkan apa yang telah di ucapkan, peluru, yang menyerang dia akan mati, bangunan roboh dan granat. Aku terfikirkan sebuah ide yang sangat pas untuk situasi saat ini “joker kenapa kau lakukan semua ini?” “kau bercanda? Bukankah kau yang menginginkan ini?” kata joker sambil mencoba bangkit “kau tidak punya pikiran? Dengan kekuatan itu kau bahkan bisa menguasai alam semesta” “menguasai alam semesta? Jangan bercanda, jika aku bisa menguasai alam semesta aku tidak akan kesulitan melawanmu!” dia terpancing “jika begitu mungkin kau orang bodoh yang mempunyai kekuatan mengerikan tidak lebih dari itu” “jangan sombong hanya dengan ini!” “hanya orang pintar dan orang kuatlah yang berhak sombong, orang lemah dan bodoh sepertimu yang tidak bisa mengalahkanku mencoba mengelak? Jangan bercanda” joker kembali berdiri tegak “maaa……” sebuah pisau menancap di punggungnya “apa ini?... Dasar licik” “hah? Licik? Kau membuatku tertawa, dalam memperebutkan tempat tertinggi tidak ada yang namanya licik” orang yang menancapkan pisau ambruk dan seorang lagi melepas topeng joker sambil menutup mulutnya agar tidak bisa bicara lagi. “Hani?” pikiranku kosong tak mampu berfikir, hani melotot padaku dengan mata yang seakan berbicara “jangan sok akrab denganku” aku melepas topeng putih polos ku dan Hani meneteskan air mata, sisi lain ku berteriak “bunuh wanita itu dia yang telah membunuh nenekmu, menghancurkan rumahmu, menghancurkan kebahagiaanmu” “tapi aku mencintainya” kini aku berbicara dengan diriku sendiri “persetan dengan cinta, kau yang memulai ingat dan kau sendiri yang harus mengakhiri” dan seseorang memenggal kepala Hani dan tergeletaklah orang lain itu “selamat tinggal Hani” aku berpaling memberi perintah bunuh diri kepada semua orang yang pikirannya berada di bawah kendaliku serta menghilangkan ingatanku jika aku mempunyai kekuatan ini dan berharap bahwa kehidupanku akan berjalan lancar setelahnya.

TAMAT

Robin Arcadia